Entri Populer

Minggu, 28 April 2013

cinta kasih di ujung penantian part 1

5 tahun lalu aku dan mas bayu menikah.Melabuhkan kisah cinta kami dengan ikatan sah di mata agama.Mendayungi biduk kehidupan berumah tangga.Hidup di rumah sederhana,dihiasi cinta dan kasih sayang di dalamny.Membangun sebuah rumah tangga didasari agama,bertiang keimanan,dan takwa sbg atapnya.Kami slalu berusaha saling mengerti dan tetap percaya.Dan mencari jalan penyelesaian dari masalah yg menghampiri.
Menjadi pendamping hidup Mas Bayu memang pilihan tepat.Sosokny yang dewasa dan bijaksana membuat ku yakin dia imam yg akan membimbingku.5 tahun berlalu,belum pernah keluar kata2 kasar dari mulutnya.Apalagi sampai mendaratkan tamparan/pukulan.Ia slalu melindungi dan menghormatiku.
Sampai saat ini ku slalu berusaha untuk menjadi sosok istri saliha.Istri yg siap melayani suaminy lahir batin.yang taat dan patuh pada suaminya.Siap menyambut kepulanganny dari kantor dgan senyum terindah.Dan menyiapkan sarapan atau makan malam,bahkan mengantarkan makan siang untuknya di kantor.
Semua yang ku impi2kan dahulu memang nyaris terwujud andai sang buah hati hadir di tengah kami.Tapi apa daya...sampai menginjak usia perkawinan ke-6,kami belum dikaruniai seorang anakpun.Suasana masih hampa dan sepi.
Sering ku iri melihat mereka yang bisa bercanda dan bermain bersama putra-putrinya.Bahkan aku menangis bila teringat percakapan ku dan Mas Bayu di awal pernikahan kami."Sayang,nanti kita akan menjadi keluarga palinggg bahagiaa dgan ditemani malikat-malaikat kecil yang keluar dari rahimmu.Mereka akan meramikan rumah ini dgan tawany,tangisannya,juga rengekan2 manja mereka."Aku tersenyum di pangkuan Mas Bayu."Aku juga tak sbar mas menanti saat aku akan menjadi seorang ibu"Kulihat ada tawa kecil dari lelaki yg begitu ku kagumi itu.
Bukan hanya aku dan mas byu yg menanti kehadiran bayi mungil itu,tapi juga keluargaku,dan keluarga mas bayu.Terlebih ibu mertuaku."Bay,kapan kalian akan memberi ibu cucu?Ibu sdah lama berharap akan segera menimang cucu".Sering kalimat2 penuh harap it diucpkan oleh ibu mertua ku."Sabar bu. . Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar